PPID RSUD dr Loekmonohadi

PPID Rsud dr Loekmonohadi

MENDENGKUR ATAU NGOROK , JANGAN DIANGGAP BIASA

Oleh : dr. Luluk Adipratikto, Sp. P

NGOROK ternyata bisa merupakan sebuah gangguan atau penyakit yang disebut dengan OBSTRUCTIVE SLEEP APNEA (OSA) artinya henti napas sementara sewaktu tidur. Selanjutnya dalam artikel ini disebut OSA. Sejak 50 tahun terakhir ini OSA menjadi perhatian para peneliti di bidang kedokteran.

Ternyata OSA merupakan sebuah gangguan tidur yang tidak terdeteksi dan tidak terobati. OSA terjadi karena penyempitan saluran napas secara periodik saat tidur, penyempitan saluran napas dapat diakibatkan oleh melemahnya otot pernapasan, kelebihan jaringan saluran napas atau kelainan anatomi saluran napas dan rahang. Akibatnya meskipun rongga dada kembang kempis untuk menghirup, udara tidak ada yang dapat lewat, napas terhenti. Kondisi ini berlangsung berulang kali sepanjang malam dan setiap kalinya bisa berlangsung selama 10-60 detik. Makin sering terjadi henti napas, penderita OSA semakin sering terjaga, keadaan ini mengganggu proses tidur hingga terpotong-potong sehingga orang yang menderita OSA saat setelah bangun tidur tidak merasa segar.

Dua gejala utama OSA adalah mendengkur dan kantuk berlebih. Kedua gejala ini amat nyata namun sering kali dianggap wajar. Masyarakat tidak pernah menghubungkan rasa kantuk berlebih dan mendengkur, sehingga ketika berkunjung ke dokter pun mereka tidak dapat mengungkapkan keluhan secara tepat. Tak heran jika OSA menjadi penyakit yang banyak diderita namun tidak terdeteksi.

Gejala-gejala lain yang dapat ditemukan pada pasien OSA seperti Sakit kepala di pagi hari, sering kencing malam hari, tersedak ataupun rasa kehabisan nafas saat tidur, kualitas tidur yang kurang nyenyak, sleep state misperception, insomnia, mulut terasa kering saat terbangun, konsentrasi terganggu, daya ingat menurun, mudah marah, emosional, hipertensi, nyeri dada di waktu malam. depresi, kelebihan berat badan (obesitas), masalah seksual penurunan nafsu seks sampai impotensi OSA yang berlangsung lama akan mengakibatkan komplikasi seperti hipertensi dan penyakit jantung.

Tidak semua NGOROK termasuk OSA, bagaimana menentukan seseorang menderita OSA? Dengan melakukan pemeriksaan analisis tidur (Sleep Study), dengan menggunakan alat yang disebut Polysomnograph, alat ini akan merekam perubahan gelombang otakgerakan bola mata, gerakan badan, kandungan oksigen darah, ketegangan otot, irama jantung dan pernapasan saat tidur. Hasil pemeriksaan PSG ini dapat menentukan jenis pengobatan yang akan diberikan. OSA dapat dicegah dengan menurunkan berat badan, berpindah posisi tidur, hindari kopi, makanan berat terutama 2jam menjelang tidur dan hindari obat penenang.

Updated: Januari 9, 2017 — 05:20

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
PPID RSUD dr Loekmonohadi © 2018 Frontier Theme