PPID RSUD dr Loekmonohadi

PPID Rsud dr Loekmonohadi

MENGENAL GEJALA DIABETES MELITUS DAN KOMPLIKASINYA

Oleh  dr. AMRITA Sp.PD

Diabetesmelitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia (peningkatan kadar gula dalam darah) yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya. DM merupakan penyakit menahun yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang berdampak terhadap kualitas hidup penyandangnya dan peningkatan biaya kesehatan yang cukup besar. Terdapat berbagai macam klasifikasi DM, yang terbanyak dijumpai di masyarakat adalah DM tipe 2. Berbagai penelitian menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan jumlah penyandang DM tipe 2 di berbagai penjuru dunia. WHO memprediksi kenaikan jumlah penyandang DM di Indonesia dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030.

Berbagai keluhan dapat ditemukan pada penyandang diabetes. Kecurigaan adanya DM perlu dipikirkan apabila terdapat keluhan sebagai berikut:

  • Keluhan klasik DM berupa:  poliuri (banyak buang air kecil) , polidipsi (banyak minum, sering merasa haus), polifagia (banyak makan), dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya
  • Keluhan lain dapat berupa:  lemah badan, kesemutan, mata kabur, disfungsi ereksi pada pria, atau gatal di daerah kemaluan pada wanita

Diagnosis DM ditegakkan dengan pemeriksaan kadar glukosa darah. Jika keluhan klasik ditemukan, maka pemeriksaan glukosa plasma sewaktu >200 mg/dL atau glukosa plasma puasa ≥ 126 mg/dL sudah cukup untuk menegakkan diagnosis DM. Diagnosis DM dapat juga ditegakkan dengan Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO). Pada kelompok risiko tinggi DM (riwayat keluarga menderita DM, kegemukan, hipertensi, riwayat melahirkan bayi  > 4000 g) perlu dilakukan pemeriksaan penyaring untuk deteksi dini adanya DM.

Dalam perjalanan DM, dapat terjadi penyulit / komplikasi akut dan menahun. Komplikasi akut dapat berupa komplikasi hiperglikemi akibat peningkatan kadar gula darah yang tinggi dan komplikasi hipoglikemi atau penurunan kadar gula darah yang terlalu rendah. Komplikasi kronik dapat mengenai semua organ antara lain pembuluh darah jantung (penyakit jantung koroner), pembuluh darah tepi, pembuluh darah otak, mata, ginjal, dan saraf. Penyandang DM juga lebih rawan mengalami infeksi. Seringkali penyandang DM memerlukan rawat inap di rumah sakit karena komplikasi berat yang dialaminya.

Dengan mengetahui bahwa DM dan komplikasinya merupakan problem kesehatan yang serius, diharapkan kita semua peduli terhadap tindakan pencegahan baik tindakan pencegahan primer maupun sekunder. Pencegahan primer dilakukan dengan perubahan gaya hidup, menurunkan berat badan (pada kegemukan), mengkonsumsi diit sehat serta melakukan latihan jasmani yang cukup dan teratur. Pencegahan sekunder adalah upaya mencegah atau menghambat timbulnya komplikasi pada pasien yang telah menderita DM. Dilakukan dengan pemberian pengobatan yang cukup dan tindakan deteksi komplikasi secara dini. Harus diingat bahwa diabetes dapat dikendalikan, dengan cara: diit, olahraga, dan penggunaan obat antidiabetik.

Updated: April 11, 2017 — 01:01

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PPID RSUD dr Loekmonohadi © 2018 Frontier Theme