PPID RSUD dr Loekmonohadi

PPID Rsud dr Loekmonohadi

VARICELLA DAN HERPES ZOSTER

Oleh : dr. Endang Soekmawati Sp.KK

VIRUS VARICELLA ZOSTER

            Herpes Zoster merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus Varicella Zoster. Sesuai dengan namanya, virus ini menyebabkan penyakit Varicella (cacar air) dan penyakit Herpes Zoster. Saat seseorang terinfeksi pertama kali dengan  virus tersebut, maka manifestasinya adalah penyakit Varicella. Bila Varicella berhasil disembuhkan, virus tersebut tidak mati dan sirna dari tubuh manusia tersebut, namun akan dorman atau laten terutama dalam sel neuronal dan kadang dalam sel satelit ganglion radiks dorsalis dan gangluion sensorik syaraf kranial. Suatu ketika virus tersebut bisa  mengalami reaktivasi dan bermanifestasi sebagai penyakit Herpes Zoster. Belum sepenuhnya dimengerti penyebab reaktivasi, diperkirakan berkaitan dengan gangguan imunitas seluler. Maka reaktivasi banyak berkaitan dengan keadaan usia lanjut, keadaan imunokompromise (sedang mengalami penyakit lain/operasi dan masa penyembuhan), penggunaan obat-obat untuk penyakit lain yang berefek pada penurunan imunitas, HIV/AIDS, transplantasi organ, penyakit keganasan, bahkan stress psikologis yang berat dapat menjadi pemicu.

Varicella maupun Herpes Zoster diawali dengan gejala awalan/prodromal yang beratnya bervariasi. Demam dengan suhu bervariasi, rasa lemah/lesu dan pada Herpes Zoster disertai juga dengan rasa tak nyaman, pegal, nyeri pada area yang di kemudian hari akan mengalami erupsi kulit.

Pada Varicella kelainan kulit akan tersebar ke berbagai bagian tubuh dengan kerapatan erupsi yang bervariasi dan muncul tidak bersamaan. Pada umumnya masyarakat sudah mengenali bentuk tersebut : papul/bintil kemerahan, vesikel/mlenting bening yang kemudian bisa menjadi keruh, dan bentuk krusta/mengering yang adalah lanjutan dari keadaan tersebut.

Pada Herpes Zoster kelainan kulit akan berada pada dermatom atau area kulit yang dipersyarafi oleh syaraf tertentu yang sedang mengalami reaktivasi virus tersebut. Pada umumnya masyarakat juga telah mengenali bentuk erupsinya, yaitu : kulit kemerahan dan tampak sedikit membengkak, di atasnya muncul vesikel/plenting bergerombol yang semula bening kemudian umumnya akan berubah menjadi keruh. Pada Herpes Zoster rasa nyeri dengan berbagai gradasi akan menjadi keluhan yang mendominasi.

            Penanganan yang tepat untuk kedua penyakit tersebut akan memberi manfaat yang besar. Penelitian terakhir menunjukkan pada Varicella penyebaran virus ke kulit terjadi pada saat awal sehingga penanganan dini akan mengurangi banyaknya erupsi kulit. Sering dicemaskan oleh pasien adalah bekas dari erupsi Varicella yang sering menimbulkan jaringan parut. Terapi dini akan menekan jumlah erupsi, juga dapat dilakukan edukasi atau terapi pencegahan infeksi sekunder. Bila penderita Varicella mengalami infeksi sekunder oleh bakteri, selain memperlama bahkan dapat memperburuk kondisi umum penderita, juga akan berakibat jaringan parut bekas erupsi kulit yang lebih buruk. Penanganan kulit bekas Varicella yang dilakukan segera setelah kelainan kulit mengering dan mengelupas,  dengan bahan-bahan yang tepat akan sangat membantu meminimalkan bekas Varicella. Penanganan bekas Varicella yang terlanjur lama dibiarkan, lebih sulit mendapatkan hasil yang memuaskan.

            Pada Herpes Zoster, penanganan dini juga sangat penting, yaitu  dalam mencegah terjadinya Nyeri Pasca Herpes (NPH). Nyeri Pasca Herpes sangat sering dikeluhkan dan sangat mengganggu bagi pasien pasca Herpes Zoster. Ditandai dengan kulit yang telah kering dari gejala Herpes Zoster, namun rasa  panas, gatal, seperti terbakar, nyeri, cekot-cekot, dan berbagai rasa tidak nyaman masih muncul. Keadaan ini dapat berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Penelitian menemukan bahwa Herpes Zoster yang diobati dengan obat yang tepat jenis dan dosis secara dini (kurang dari 48 jam setelah gejala kulit muncul) berbeda bermakna dalam mencegah NPH dibandingkan yang diobati setelah masa tersebut terlewati. Hal lain yang akan mendukung terjadinya NPH adalah usia yang semakin tua dan keadaan imunitas yang rendah.

Updated: Mei 24, 2016 — 01:44

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PPID RSUD dr Loekmonohadi © 2018 Frontier Theme